
Tiada seseorangpum menghendaki kemunduran dalam kualitas hidupnya, kerja keras dan tkad yang ulet adalah alasan manusia untuk mencari kemajuan yg tentunya berharap akan hidup yg bahagia dan damai. Lain hal dengan apa yang menjadi pengalamanku, terombang ambing kesana kemari tanpa begitu memperhitungkan telah menyebabkan aku menjadi terikat oleh manusia-manusia sekelilingku.
Aku menjadi probadi yang malu dengan diriku sendiri. Bagai buih di antara ombak, bagai kapas di antara gunung luluh tanpa geming fikirku. Tidak terlalu jelas mungkin bagi yang sempat membaca ini, apa ya..? masalahnya apa ya..? sebuah kesengajaan tulisku ini, sekedar betapa bimbang telah menjadi hari-hariku.
Yang pasti, akhir dari bulan ini sebuah keputusan akan ku ambil demi sebuah masa depan yang lebih baik. Ku ingin ini akhir dari sebuah pelabuhan, awal dari sebuah kebangkitan.
Good Bless You Rofie




0 komentar:
Posting Komentar